Wakil Ketua TP Posyandu Boalemo Dorong Implementasi Nyata Layanan 6 SPM hingga Digitalisasi Data

Wakil Ketua TP Posyandu Boalemo Dorong Implementasi Nyata Layanan 6 SPM hingga Digitalisasi Data

Tilamuta, MediaCenter — Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Boalemo Rina Sarkam Hambali menegaskan pentingnya implementasi nyata layanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) hingga tingkat desa.

Hal itu diungkap saat Rapat Koordinasi Percepatan Layanan 6 SPM Posyandu sekaligus Pengukuhan Ketua Tim Pembina Posyandu Desa se-Kabupaten Boalemo Tahun 2026, Kamis (7/5/2026) di Pendopo Kantor Bupati.

Dalam arahannya, Rina Sarkam Hambali mengatakan program Posyandu 6 SPM saat ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi sehingga pelaksanaannya terus dipantau secara berkala.

“Program Posyandu 6 SPM ini memang sangat digiatkan dari pusat. Kami selalu ditanya sudah sampai di mana pelaksanaannya, bagaimana sosialisasinya, dan sejauh mana implementasinya di daerah,” ujar Rina.

Ia menjelaskan, transformasi Posyandu dari layanan konvensional menuju Posyandu 6 SPM harus benar-benar dipahami seluruh kader dan pengurus Posyandu di daerah.

Menurutnya, Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi mencakup pelayanan masyarakat dari bayi hingga lanjut usia.

“Posyandu 6 SPM ini melayani masyarakat dari bayi sampai lansia. Karena itu kita harus benar-benar bergerak agar gaung Posyandu di Kabupaten Boalemo semakin kuat,” katanya.

Rina juga mendorong seluruh kader Posyandu untuk terus meningkatkan semangat pelayanan dan inovasi meski menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan.

Ia mencontohkan sejumlah daerah yang berhasil meraih prestasi nasional di bidang Posyandu meskipun kadernya tidak menerima insentif besar, namun memiliki kreativitas dan motivasi tinggi dalam menjalankan pelayanan masyarakat.

“Kita melihat di beberapa daerah yang mendapat juara Posyandu tingkat nasional, kadernya tetap aktif bekerja walaupun tidak memiliki insentif besar. Mereka punya cara dan inovasi untuk memotivasi kader agar tetap semangat melayani,” ungkapnya.

Selain itu, Rina menyoroti pentingnya digitalisasi sistem pendataan Posyandu untuk mempermudah pelayanan dan pengelolaan data masyarakat secara cepat dan akurat.

Ia mengaku terinspirasi dari sejumlah daerah yang telah menerapkan sistem digitalisasi data Posyandu hingga menggunakan barcode pada setiap rumah warga untuk memudahkan pendataan.

“Ketika membutuhkan data, semuanya sudah tersedia di server. Mulai dari data ibu, bayi, hingga lansia. Ini yang perlu kita tiru dan terapkan di Kabupaten Boalemo,” jelasnya.

Melalui rakor tersebut, Rina berharap seluruh pihak dapat memperkuat kerja sama dan komitmen bersama agar implementasi Posyandu 6 SPM di Kabupaten Boalemo tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi benar-benar terlaksana secara nyata di masyarakat. (rio)

Bagikan Postingan: