Pj. Bupati Boalemo Laporkan Progres Percepatan Penurunan Stunting Ke Menko PMK
Tilamuta, MediaCenter – Pj. Bupati Boalemo Hendriwan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Boalemo mengikuti Rapat Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim di Ruang Vicon Kantor Bupati Boalemo, Kamis, (2/3/2023).
Rapat yang digelar secara daring tersebut, dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy dan dihadiri oleh pemerintah provinsi Gorontalo dan 6 kabupaten/ kota lainnya di Provinsi Gorontalo
Dalam rapat tersebut Pj. Bupati Boalemo Hendriwan melaporkan progres penanganan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Boalemo sebagaimana agenda rapat.
“Kami sudah laporkan ke Pak Menko langsung, progress di Kabupaten Boalemo,” kata Hendriwan.
Pj. Bupati Hendriwan menjelaskan, gambaran prevelansi stunting berdasarkan hasil survey dan operasi timbang Kabupaten Boalemo mengalami kenaikan pada tahun 2022 sekitar 0,1 poin. Sementara itu hasil operasi timbang pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat mengalami penurunan sekitar, 6,62 %.
“Lokus intervensinya di 11 desa,” ujar Hendriwan.
Lebih lanjut Hendriwan menjelaskan, kondisi kemiskinan ekstrim menurut data kemiskinan dari tahun 2022 kurang lebih 18,74 %, angka ini turun dibandingkan tahun 2021 yakni sebesar 19 %.
Dalam kesempatan tersebut, Pj.Bupati Boalemo Hendriwan juga memaparkan kendala yang dihadapi dalam penurunan stunting di Boalemo yang masih berkutat pada dukungan sarana dan prasarana, sumber daya manusia serta dukungan anggaran.
Walaupun begitu Pemerintah Kabupaten Boalemo juga telah melakukan setidaknya 5 inovasi dalam rangka penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim antara lain, Jelajah Pekarangan Warga, Desa Tanggap Stunting, PKK Pelopor Gerakan Bersih Bersinergi, Inovasi Gerbang Sakina dan Gradasi atau Gerakan Peduli ASI.
“Kami berharap semua stakeholder dapat bersinergi dan bekerjasama untuk menurunkan penderita stunting sekaligus penghapusan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Boalemo,” pungkas Hendriwan.




