Kabid KBK3 DPPKBP3A Boalemo Tekankan Peran TPK dalam Percepatan Pencegahan Stunting
Tilamuta, MediaCenter — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo menggelar Refreshing & Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) secara daring melalui Zoom, Kamis (30/4).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala DPPKBP3A yang diwakili oleh Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Riandy Bakari, S.Sos dan diikuti 342 anggota TPK dari 82 desa se-Kabupaten Boalemo.
Dalam pernyataannya, Riandy Bakari menegaskan bahwa Tim Pendamping Keluarga memiliki peran strategis dalam memastikan upaya pencegahan stunting dilakukan sejak dini melalui edukasi dan aksi nyata di lapangan.
“TPK bukan hanya bekerja secara administratif, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta memastikan intervensi berjalan efektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) saat ini menjadi fokus utama pemerintah, termasuk dalam agenda pembangunan nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sehingga penanganan stunting harus dilakukan secara cepat, berkelanjutan, dan terintegrasi.
Riandy menjelaskan, upaya percepatan penurunan stunting mengacu pada Perpres No. 72 Tahun 2021 yang menekankan koordinasi lintas sektor serta penanganan berbasis kelompok sasaran prioritas, yakni remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–59 bulan.
“Pendekatan yang dilakukan bersifat konvergen, holistik, dan integratif, dengan menggabungkan intervensi spesifik di bidang kesehatan dan intervensi sensitif di luar sektor kesehatan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan aplikasi ELSIMIL sebagai basis data lapangan bagi TPK dalam melakukan deteksi dini dan pendampingan keluarga berisiko stunting.
Melalui sistem tersebut, TPK menjalankan sejumlah fungsi utama, di antaranya identifikasi faktor risiko stunting, pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), fasilitasi layanan kesehatan dan rujukan, serta pendampingan akses bantuan sosial.
“Dengan penguatan kapasitas TPK melalui kegiatan orientasi ini, kami berharap upaya pencegahan stunting di Kabupaten Boalemo dapat semakin efektif dan tepat sasaran,” pungkas Riandy.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan. (rio)




