Wakil Lahmuddin Hadiri Istighotsah Kubro dan Harlah Muslimat NU Ke 80
Wonosari, MediaCenter - Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, menghadiri langsung pelaksanaan Istighotsah Kubro yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Minggu (10/5).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius tersebut turut dihadiri Camat Wonosari, Camat Botumoito, Camat Mananggu, pimpinan Pondok Pesantren Darul Madinah, seluruh kepala desa se-Kecamatan Wonosari, serta jajaran pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama.
Dalam sambutannya, Lahmudin Hambali menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Muslimat NU yang dinilai konsisten berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat pendidikan moral, serta membangun persatuan di tengah masyarakat.
“Muslimat NU telah menjadi bagian penting dalam pembangunan umat dan daerah. Di usia yang ke-80 tahun ini, kami berharap Muslimat NU semakin maju, solid, dan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ukhuwah, memperkuat nilai keislaman, serta mendukung pembangunan daerah,” ujar Lahmudin.
Ia menegaskan, pelaksanaan Istighotsah Kubro bukan hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh elemen umat Islam di Kabupaten Boalemo.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana daerah yang aman, harmonis, dan penuh keberkahan.
“Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan harus terus diperkuat, karena pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter, moral, dan kehidupan sosial masyarakat,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan melalui doa bersama, dzikir, serta tausiyah keagamaan yang diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Boalemo.
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap semangat kebersamaan serta nilai-nilai religius yang tumbuh dalam kegiatan keagamaan dapat terus terjaga demi mewujudkan masyarakat yang religius, damai, dan sejahtera. (rio)




