Wabup Lahmuddin Tekankan Investasi Harus Realistis dan Berdampak bagi Masyarakat
Tilamuta, MediaCenter - Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke Kabupaten Boalemo harus dibangun atas komitmen nyata, memiliki kepastian pelaksanaan, serta mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Lahmuddin Hambali saat membuka Rapat Koordinasi Forum Penataan Ruang dalam rangka penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) bagi PT Pabrik Gula dan PT Gorontalo Mining Industry di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Boalemo, Senin (10/5).
Dalam arahannya, Lahmuddin menekankan bahwa pemerintah daerah mendukung masuknya investasi, namun proses pemberian izin harus dilakukan secara hati-hati, terukur, dan berbasis kesiapan riil perusahaan.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin pengalaman masa lalu kembali terulang, dimana perusahaan telah memperoleh izin dengan luasan besar namun tidak merealisasikan investasi sesuai komitmen awal.
“Kita mendukung investasi masuk ke Boalemo, tetapi perusahaan yang diberikan izin harus benar-benar serius, memiliki aktivitas nyata, dan tidak hanya memegang izin tanpa realisasi,” tegas Lahmuddin Hambali.
Wakil Bupati juga meminta agar proses penerbitan PKKPR dilakukan secara bertahap berdasarkan luasan lahan yang telah diverifikasi dan sesuai kebutuhan awal perusahaan.
Menurutnya, evaluasi terhadap aktivitas investasi harus dilakukan secara berkala sebelum pemerintah memberikan perluasan izin.
“Berikan sesuai kebutuhan awal, kemudian kita lihat keseriusannya di lapangan. Kalau berjalan baik, tentu bisa kita evaluasi kembali untuk pengembangan berikutnya,” ujarnya.
Lahmuddin menambahkan bahwa investasi yang hadir di Kabupaten Boalemo harus mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kita, investasi yang masuk tidak mengecewakan pemerintah maupun masyarakat, tetapi benar-benar membawa dampak positif bagi daerah,” pungkas Lahmuddin Hambali.



.jpg)