Wabup Lahmuddin Minta Validasi Anak Tidak Sekolah Harus Akurat
Tilamuta, MediaCenter - Wabup Lahmuddin Hambali minta validasi data Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Boalemo harus valid dan akurat.
Data tersebut dibutuhkan sebagai dasar pemerintah daerah untuk menentukan langkah strategis dalam mengentaskan anak putus sekolah maupun anak tidak sekolah.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali saat membuka kegiatan Sosialisasi dan validasi data anak tidak sekolah di Hotel Grand Amalia, Kamis (11/9).
Lahmuddin mengungkapkan data yang dihasilkan dan telah divalidasi baik oleh operator sekolah maupun operator desa akan mempermudah pemerintah dalam meluncurkan sebuah program.
“Kita bicara program tapi tidak punya data maka akan kesulitan,” ujar Lahmuddin.
Fakta dilapangan menyebutkan bahwa data anak tidak sekolah kerap didapatkan dari postingan viral media sosial sehingga intervensi pemerintah tidak menyeluruh.
Tercatat dalam dashboard aplikasi anak tidak sekolah, ada 4256 anak yang tidak bersekolah di Kabupaten Boalemo yang terbagi dalam 3 kelompok, yakni drop out, lulus tidak melanjutkan dan belum pernah bersekolah.
Dari ketiga kategori tersebut Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo hanya bisa mendeteksi dua kategori yakni drop out dan lulus tidak melanjutkan karena kedua kategori tersebut masih bisa di lacak melalui dapodik.
Sementara untuk kategori belum pernah sekolah perlu kolaborasi sekaligus validasi data eksternal salah satunya bersumber dari data operator desa.
Oleh karena itu melalui kegiatan ini, Lahmuddin Hambali berharap kolaborasi operator sekolah dan desa bisa berjalan baik dan menghasilkan data yang valid sehingga pemerintah lebih mudah mensasar anak tidak sekolah agar dapat kembali mengenyam pendidikan yang layak.
“Kami harap kolaborasi ini berjalan baik, sehingga kita punya data valid dan otentik dan ini akan memudahkan kita semua,” tutup Lahmuddin.




