Tiga sekolah di Paguyaman Diintegrasikan Jadi Satu Kawasan Pendidikan Terpadu

Tiga sekolah di Paguyaman Diintegrasikan Jadi Satu Kawasan Pendidikan Terpadu

Paguyaman, MediaCenter – Tiga sekolah di Kecamatan Paguyaman akan diintegrasikan dalam satu kawasan pendidikan terpadu melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang akan dibangun oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Tiga sekolah tersebut masing-masing SDN 3 Paguyaman, SMP Negeri 1 Paguyaman, dan SMA Negeri 1 Paguyaman. Ketiganya akan berada dalam satu kawasan yang dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan sarana penunjang.

Bupati Boalemo Rum Pagau mengatakan, Kecamatan Paguyaman dipilih sebagai lokasi pembangunan SNT karena dinilai paling siap memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat, termasuk kesiapan lahan dan dukungan masyarakat.

Menurut Rum Pagau, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi program tersebut. Sejumlah warga bahkan telah menyatakan kesediaannya menghibahkan lahan untuk mendukung pembangunan kawasan pendidikan terpadu itu.

“Pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi masa depan Boalemo yang lebih unggul,” kata Rum Pagau, Senin (8/6/2026).

Pemerintah Daerah juga memastikan bahwa masyarakat yang menghendaki ganti rugi atas lahan yang digunakan akan mendapatkan penyelesaian sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Kawasan Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti lapangan sepak bola dengan lintasan lari, gelanggang olahraga (indoor), kolam renang, serta sarana pembelajaran di bidang pertanian dan peternakan.

“Jika seluruh persyaratan administrasi dan teknis dapat dipenuhi sesuai jadwal, pembangunan kawasan pendidikan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus atau September mendatang,” ujar Rum Pagau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo Ahmad Sarman menjelaskan bahwa SNT akan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis STEM Science (sains), Technology (teknologi), Engineering (rekayasa) dan Mathematics (matematika) yang dipadukan dengan seni dan olahraga guna mendukung pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh.

Ia juga menegaskan bahwa berbeda dengan Sekolah Rakyat yang menggunakan sistem boarding school atau berasrama, Sekolah Nasional Terintegrasi tetap menerapkan sistem pendidikan reguler tanpa asrama.

Penulis : Rio | Foto : Arif

Bagikan Postingan: