Hikmah Isra Miraj Rasulullah SAW.
Tilamuta, MediaCenter – Pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1444 H/ (17/2/2023) tingkat Kabupaten Boalemo yang dilaksanakan di Masjid Agung Baiturrahmah Tilamuta, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Boalemo Sabara Karim Ngou memetik hikmah yang terkandung dalam peristiwa agung tersebut.
Perintah sholat merupakan kado spesial yang dibawa Nabi Muhammad SAW setelah diperjalanankan oleh Allah SWT dari Masjid Haram Mekah ke Masjid Aqsha Madinah yang dilanjutkan dengan perjalanan Mi’raj ke Sidratul Muntaha.
Kewajiban Sholat Lima Waktu merupakan perintah yang wajib ditunaikan seluruh kaum muslimin dalam segala kondisi. Berbeda dengan syariat lainnya yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Djibril AS yang bisa diganti dengan amalan lainnya jika tidak bisa dikerjakan.
“Puasa boleh diganti dengan fidyah jika berhalangan. Berbeda dengan sholat, selama masih dalam keadaan bernafas maka tidak ada alasan untuk meninggalkannya,” kata Karim Ngou.
Syariat Sholat wajib dikerjakan dalam keadaan apapun, baik itu sehat, sakit maupun sudah dalam keadaan lemah sekalipun syariatnya telah diatur sehingga tidak ada alasan kita untuk meninggalkannya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag Kabupaten Boalemo Sabara Karim Ngou menutup tausyiahnya dengan hikmah kisah sahabat nabi yang bernama Sya’ban.
Sahabat Nabi tersebut diriwayatkan menjelang kematiannya menyebutkan tiga kalimat yang tidak dipahami oleh istrinya yakni kenapa tidak lebih jauh, kenapa tidak semuanya dan kenapa tidak yang baru.
“Menjelang kematiannya, Sya’ban diperlihatkan betapa besar pahala perjalanan menuju masjid yang ditempuhnya selama 3 jam berjalan kaki sehingga dia menyesali kenapa tidak lebih jauh, ketika Sya’ban diperlihatkan betapa besar pahala ketika ia memberikan jaket lusuhnya kepada orang yang terbaring kedinginan sehingga ia menyesali kenapa tidak yang baru, terakhir ketika Sya’ban memberikan separuh rotinya kepada orang kelaparan maka diperlihatkan ganjaran syurga yang indah sehingga Sya’ban menyesali kenapa tidak semuanya,” tutup Sabara.



.jpg)
