Jln. Merdeka - Tilamuta

Boalemo, Gorontalo

Send Your Mail At:

info@boalemokab.go.id

Working Hours

Pukul: 8.30 - 16.30 WITA

SELAYANG PANDANG

Sejarah Kabupaten Boalemo, Visi dan misi, Arti Logo, Pimpinan daerah, dan Program unggulan

SEJARAH KABUPATEN BOALEMO

Bangsa yang besar tidak pernah lupa sejarah. Sebagai refleksi terhadap hal tersebut, perlu diketahui bahwa Boalemo adalah nama sebuah kerajaan sekitar abad XVII yang mempunyai wilayah kekuasaan di bagian barat Provinsi Gorontalo. Pada zaman Belanda beberapa kali terjadi perubahan pemerintahan sebagaimana tercantum dalam Lembaran Negara tahun 1925 Nomor 262. Ketika itu Resident Gorontalo dibagi dalam dua wilayah, yaitu:

  • Onder Afdeling Gorontalo dengan Onder Distriknya: Atinggola, Kwandang, Sumalata, Batudaa, Tibawa, Gorontalo, Telaga, Tapa, Kabila, Suwawa, dan Bonepantai;
  • Onder Afdeling Boalemo dengan Onder Distriknya: Paguyaman, Tilamuta, dan Paguat.

Pada awal era Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1946 lahir bagian Negara Indonesia Timur (NIT), maka wilayah Gorontalo dan sekitarnya ditetapkan sebagai swapraja yang diatur dengan UU No. 44 Tahun 1946. Dalam UU tersebut, Boalemo tidak dimasukkan sebagai daerah swapraja. Daerah swapraja ketika itu hanya terdiri atas Gorontalo, Buol, dan Bolaang Mongondow. Dengan keluarnya UU No. 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Dati II di Sulawesi, wilayah Boalemo hanya dijadikan sebagai salah satu Kewedanaan dalam wilayah Kabupaten Gorontalo.

Status Kewedanaan Boalemo berlaku sampai dengan keluarnya UU No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah. Selanjutnya dengan keluarnya Permendagri No. 132 Tahun 1978 tentang Pedoman Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pembantu Bupati/ Walikotamadya, maka wilayah bekas Kewedanan Boalemo berubah menjadi Pembantu Bupati Wilayah IV, yang berpusat di Paguat yang meliputi lima wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Paguyaman, Tilamuta, Paguat, Marisa, dan Popayato. Pada tahun 1985, Kecamatan Paguyaman dimekarkan menjadi Kecamatan Paguyaman dan Kecamatan Boliyohuto.

Pada tanggal 4 Oktober 1999, terwujudlah perjuangan masyarakat wilayah Boalemo untuk membentuk sebuah kabupaten sejak tahun 1964, dengan disahkannya UU No.  50 Tahun 1999, tentang Pembentukan Kabupaten Boalemo (Lembaran Negara RI tahun 1999 Nomor 178, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3899). Pelaksana tugas bupati pada saat itu adalah Ir. Iwan Bokings.  Ketika diresmikan 12 Oktober 1999, Kabupaten Boalemo hanya terdiri atas 5 wilayah kecamatan, yakni: Paguyaman, Tilamuta, Paguat, Marisa, dan Popayato. Kemudian beberapa kecamatan dimekarkan, antara lain: Lemito (mekaran dari Popayato), Randangan (mekaran Marisa), Mananggu (mekaran Paguat), Dulupi (mekaran Tilamuta), dan Botumoito (mekaran Tilamuta dan Paguat). Dengan demikian, maka hingga akhir tahun 2002 Kabupaten Boalemo mencakup 10 wilayah kecamatan, yaitu: Botumoito, Dulupi, Lemito, Mananggu, Marisa, Paguat, Paguyaman, Popayato, Randangan, dan Kecamatan Tilamuta.

Keadaan tersebut tidak bertahan lama, karena pada tanggal 27 Januari 2003, Kabupaten Boalemo bersama-sama dengan Kabupaten Gorontalo mengalami pemekaran, yang ditetapkan dengan UU No. 6 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Pohuwato di Provinsi Gorontalo.

Kabupaten Boalemo kemudian dimekarkan lagi menjadi (1) Kabupaten Boalemo (induk) dan (2) Kabupaten Pohuwato (mekaran). Sedangkan Kabupaten Gorontalo dipisahkan menjadi dua kabupaten, yakni (1) Kabupaten Gorontalo dengan ibu kota Limboto sebagai induk dan (2) Kabupaten Bone Bolango dengan ibu kota Suwawa sebagai kabupaten mekaran. Sewaktu dimekarkan, dari 10 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Boalemo dibagi dua, masing-masing memiliki 5 kecamatan, sebagai berikut:

  • Kabupaten Boalemo dengan ibu kota Tilamuta, terdiri atas kecamatan: (1) Paguyaman, (2) Dulupi, (3) Tilamuta, (4) Wonosari, dan (5) Paguat;
  • Kabupaten Pohuwato yang memiliki ibu kota Marisa, terdiri atas kecamatan: (1) Mananggu, (2) Marisa, (3) Randangan, (4) Lemito, dan (5) Popayato.

Keadaan tersebut juga tidak bertahan lama, karena pada tahun 2003 Kecamatan Paguyaman dimekarkan menjadi 2 kecamatan, yakni (1) Paguyaman (induk) dan (2) Paguyaman pantai (mekaran), serta satu kecamatan baru, yakni Botumoito (mekaran dari Tilamuta dan Paguat). Dengan demikian, Kabupaten Boalemo telah memiliki 7 wilayah kecamatan.

 Boalemo adalah nama sebuah kerajaan sekitar abad XVII yang mempunyai wilayah kekuasaan di bagian barat Provinsi Gorontalo. Pada zaman Belanda (Lembaran Negara tahun 1925/no. 262), Boalemo merupakan salah satu onder afdeling Resident Gorontalo dengan onder distriknya: Paguyaman, Tilamuta, dan Paguat.  Dengan keluarnya UU No. 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Dati II di Sulawesi, Boalemo hanya dijadikan sebagai salah satu Kewedanaan di Kabupaten Gorontalo. Status Kewedanaan berlaku sampai dengan keluarnya Permendagri No. 132 Tahun 1978 dimana wilayah bekas Kewedanan Boalemo berubah menjadi Pembantu Bupati Wilayah IV, yang berpusat di Paguat yang meliputi Kecamatan Paguyaman, Tilamuta, Paguat, Marisa, dan Popayato.

Pada tanggal 4 Oktober 1999, wilayah Boalemo terbentuk menjadi sebuah kabupaten sejak tahun 1964, dengan disahkannya UU No.  50 Tahun 1999, tentang Pembentukan Kabupaten Boalemo (Lembaran Negara RI tahun 1999 Nomor 178, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3899).

 

ARTI LOGO KABUPATEN BOALEMO

Lambang Daerah Kabupaten Boalemo dimuat dalam bentuk segi Lima, yang melambangkan 5 (lima) Sila Pancasila. Lambang Daerah Kabupaten Boalemo memuat kondisi Geografis dan potensi alam Boalemo, yaitu:

  • Gunung
  • Laut
  • Kelapa
  • Sawah

Indentitas Hewan Langka di Kabupaten Boalemo yaitu Burung Maleo

Lambang Daerah Kabupaten Boalemo memuat senjata khas masyarakat Boalemo yaitu keris (Bituo); Warna Dasar Hijau yang merupakan warna adat (linula) Boalemo melambangkan kesejahteraan masyarakat Boalemo; atribut lambang Kabupaten Boalemo memuat symbol padi dan kapas yang melambangkan kesejahteraan masyarakat Boalemo; Landasan bingkai lambang kabupaten Boalemo bertuliskan Kabupaten Boalemo; Ukuran lambang Kabupaten Boalemo disesuaikan dengan kebutuhan.

 

Pemaknaan Simbol / Warna dalam Logo: 

  • Gunung   :    Melambangkan sumber potensi alam wilayah Kabupaten Boalemo
  • Sawah/Ladang :    Melambangkan potensi pangan di Kabupaten Boalemo
  • Kelapa  :    Melambangkan salah satu komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat Boalemo
  • Laut :    Melambangkan Potensi Kelautan dan Perikanan serta Pariwisata
  • Burung Maleo   :    Melambangkan hewan langka terdapat di Kabupaten Boalemo
  • Keris (Bituo)     :    Melambangkan kesiapan dan rasa percaya diri Masyarakat Boalemo.
  • Padi dan Kapas  :    Melambangkan kesejahteraan Masyarakat sebagai cita-cita kemakmuran masyarakat
  • Landasan/Bingkai   :           melambangkan keabsahan Pemerintah

 

PIMPINAN DAERAH KABUPATEN BOALEMO

Sejak dibentuk tahun 1999, Kabupaten Boalemo telah dipimpinan oleh beberapa bupati dan wakil bupati masing-masing sebagai berikut:

  1. H. Iwan Bokings, MM : Penjabat Bupati Boalemo periode 1999-2000
  2. Iwan Bokings, MM : Bupati Boalemo Periode 2001-2006, | M.K Dalanggo : Wakil Bupati Boalemo Periode 2001-2006
  3. Abubakar Mopangga, SH  : Penjabat Bupati Boalemo periode 2006-2007
  4. Iwan Bokings, MM : Bupati Boalemo Periode 2007-2012, | Ir. La Ode Haimudin, MM : Wakil Bupati Boalemo Periode 2007-2012
  5. Rum Pagau : Bupati Boalemo Periode 2012-2017, | Lahmudin Hambali, S.Sos, M.Si : Wakil Bupati Boalemo Periode 2012-2017
  6. Darwis Moridu   : Bupati Boalemo Periode 2017-2022, | Anas Yusuf       : Wakil Bupati Boalemo Periode 2017-2022

 

VISI & MISI PEMERINTAHAN DAMAI 2017 – 2022

VISI

TERWUJUDNYA KABUPATEN YANG DAMAI, CERDAS, SEJAHTERA DALAM SUASANA YANG RELIGIUS TAHUN 2022

 

MISI

  1. MEWUJUDKAN KABUPATEN BOALEMO YANG DAMAI
  2. MEWUJUDKAN KABUPATEN BOALEMO YANG CERDAS
  3. MEWUJUDKAN KABUPATEN BOALEMO YANG SEJAHTERA
  4. MEWUJUDKAN KABUPATEN BOALEMO DALAM SUASANA RELIGIUS

 

Mengacu pada visi dan misi Kabupaten Boalemo tahun 2017-2022 telah ditetapkan, maka Agenda pembangunan daerah dalam kurun waktu 5 tahun tertuang dalam 14

Program Unggulan Kabupaten Boalemo sebagai berikut:

  1. MENAIKAN TKOD SELURUH PNS DAN TENAGA HONORER SEBANYAK 50 PERSEN.
  2. MEMBERIKAN PEMINJAMAN MODAL USAHA BAGI SELURUH PETANI DAN NELAYAN SERTA PENGUSAHA KECIL DI KABUPATEN BOALEMO MELALUI BUMD.
  3. MENAIKAN INSENTIF KEPALA DESA, PERANGKAT DESA SEBESAR 50 PERSEN.
  4. MENAIKAN INSENTIF IMAM JEMAAH, PEMANGKU ADAT, GURU TPA, SERTA PIMPINAN JEMAAH AGAMA HINDU, BUDHA, KRISTEN DAN KONGHUCHU.
  5. MENAIKAN INSENTIF PENYULUH PERTANIAN.
  6. MENAIKAN INSENTIF KETUA DASA WISMA DISELURUH DESA.
  7. MEMPERMUDAH PENGURUSAN BPJS BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN BOALEMO.
  8. MEMANFAATKAN SUMBER DAYA MANUSIA BAGI PUTRA-PUTRI ASLI DAERAH ANTARA LAIN
  • MEMPOSISIKAN PUTRA DAERAH UNTUK MEMIMPIN SKPD DENGAN MENGANGKAT PERWAKILAN DARI SELURUH KECAMATAN YANG ADA DI KABUPATEN BOALEMO.
  • MEMANFAATKAN KONTRAKTOR LOKAL PADA SETIAP PELAKSANAAN PROYEK YANG ADA DI KAB. BOALEMO.
  1. GRATIS MAKAN BAGI 1 (SATU) ORANG KELUARGA PASIEN YANG MENJAGA PASIEN SAAT DIRAWAT DI RSUD TANI DAN NELAYAN.
  2. GRATIS BENIH DAN PUPUK BAGI PETANI DAN AKAN MEMBUKA AKSES JALAN USAHA TANI (JUT).
  3. GRATIS SIM BAGI PENGEMUDI SEPEDA MOTOR, BENTOR DAN MOBIL.
  4. GRATIS KURSUS BAHASA INGGRIS DAN BAHASA ARAB.
  5. GRATIS BIAYA AMBULANCE.
  6. GRATIS RASKIN BAGI KELUARGA KURANG MAMPU.

 

Keadaan Wilayah :

Jumlah desa di Kabupaten Boalemo sebanyak 82 desa definitif dan 364 dusun. Jumlah desa dan dusun terbanyak ada di Kecamatan Paguyaman yang masing-masing sebanyak  22 desa dan 101 dusun. Sementara jumlah desa yang paling sedikit adalah Kecamatan Paguyaman dan Kecamatan Dulupi yang hanya sebanyak 8 desa. Sedangkan jumlah dusun yang paling sedikit adalah Kecamatan Mananggu yang hanya sebanyak 27 dusun saja.

Berdasarkan status desa, maka sudah 82 desa definitif yang ada di Kabupaten Boalemo. Terdapat 25 usulan desa persiapan dan 2 UPT yang masih di bawah binaan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja. Jumlah usulan desa persiapan yang paling banyak ada di Kecamatan Wonosari dan Dulupi sebanyak 6 usulan desa persiapan. Sementara yang paling sedikit usulan desa persiapan adalah Kecamatan Paguyaman Pantai yang hanya 1 usulan desa persiapan saja. Sedangkan UPT hanya terdapat di Kacamatan Wonosari sebanyak 2 UPT saja